Melawan Penindasan Tarif Internet!

Sebagai seorang masyarakat dunia internet [baca: Netizen], judul yang saya sematkan di atas tidaklah terlalu berlebihan. Dan saya yakin, para netizen tanah air pun akan setuju dengan regulasi tarif internet yang murah serta menjangkau semua lapisan kalangan, di segala penjuru negeri kita tercinta ini. Tanpa terkecuali!

Tarif internet murah dan flat harus diperjuangkan?

Ilustrasinya sebagai berikut. Saya hidup dan tinggal di Jakarta, dalam sebulan biasa menghabiskan 2 [dua] gigabyte paket data untuk berselancar di dunia internet, dengan tarif Rp. 65.000, sementara saudara saya yang tinggal di ujung timur Indonesia, dengan jumlah kuota yang sama harus membayar sebesar Rp. 120.000,- [dua kali lipat dari apa yang harus saya bayar].

Hal tersebut terjadi pada salah satu perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, yang sialnya, telah memiliki jaringan infrastruktur merata dan stabil di hampir seluruh wilayah nusantara. Sehingga mau tidak mau, netizen yang berdomisili jauh dengan Jakarta harus dibebankan tarif layanan internet yang tidak masuk akal.

Berbeda operator, beda pula tarifnya?

Kenyataan berikut juga masih merupakan satu pekerjaan rumah dari Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia [BRTI] yang tidak kalah rumit. Bagaimana menetapkan batas ambang bagi tarif dasar internet. Sebab selama ini, hanya SMS dan voice saja yang sudah ditentukan tarif ambang batas atas dan bawahnya untuk para pelanggan.

Sementara untuk tarif internet, masing-masing operator saling berlomba ‘janji’ manis dengan menjajakan sajian ‘seolah-olah’ murah, yang pada kenyataannya sungguh jauh berbeda. Bisa di bilang, dengan tidak adanya ambang batas tersebut, para raksasa operator selular di Indonesia bisa dengan se-enak-nya menaik-turun-kan tarif internet.

Lalu apa gunanya kehadiran regulator?

Ironis memang. Tapi itulah kenyataan pahit yang terjadi di negeri dengan jumlah pengguna internet terbanyak ke-6 di dunia versi koran Kompas pada tahun 2014 silam. Katanya ingin mencerdaskan bangsa? Namun yang terjadi justru melakukan penindasan [baca: pembodohan] terhadap masyarakat luas namanya.

Tolong jangan di salah artikan, tulisan ini sama sekali tidak bermaksud memprovokasi. Tulisan ini hanya ingin mencoba ‘membuka’ mata para netizen tentang realitas yang sebenarnya dari tarif internet kita. Yah, kalo saya sih cuma bisa menuangkan ke dalam tulisan yang sederhana ini. Namun ada juga yang langsung bertindak dengan mengumpulkan petisi online lho!

Gak percaya? Nih buktinya https://goo.gl/AvFpOA

Sampai dengan tulisan ini di buat, petisi di situs Change [dot] org tersebut telah berhasil mengumpulkan 8300-an tanda tangan online. Nantinya, petisi tersebut akan diteruskan kepada operator yang bersangkutan, Kementerian BUMN, serta Kemkominfo untuk tindak lanjut. Semoga saja berujung pada penurunan serta pemerataan tarif internet di Indonesia.

Nah bagaimana? Setujukah Anda dengan hal tersebut?

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Written by Admin Celotehan