Athirah (2016), Menyala Dalam Sepi

Athirah 2016

Sudah lebih dari dua minggu sejak film Athirah ini tayang di layar lebar, walaupun mungkin sudah agak terlambat untuk mengulas film arahan Riri Riza tersebut, namun saya rasa tidak ada salahnya jika saya sedikit menambah khasanah pengulasan satu film Indonesia yang patut saya beri acungan jempol.

Sebelum menonton Athirah, saya sudah mengetahui bahwa kisah tersebut diangkat dari kejadian nyata yang dialami oleh ibunda Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI. Yang walaupun sama sekali tidak mempengaruhi ketertarikan saya di awal untuk menonton, namun harus saya akui hal tersebut mampu menjadi trigger yang ampuh untuk melangkahkan kaki menuju pintu bioskop.

Cerita demi cerita pun mengalun lewat adegan emosional namun minim penyampaian kata-kata, dan saya sangat mengapresiasi kepiawaian sang sutradara dalam menggarapnya. Karena sepengetahuan saya, menyampaikan cerita minim dialog sangatlah susah. Pemilihan backsound yang tepat, serta seringnya adegan-adegan close-up cukup membuat beberapa kali bulu kuduk saya berdiri.

Intinya, film ini sukses membuat saya meneteskan air mata. Padahal saya bukan tipikal yang mudah tersentuh saat menonton film, hehe. Dalam skala 0 – 100, film ini saya beri nilai 90. Saya sangat terhibur dengan penggambaran scene yang menghidupkan nuansa tahun 50-an di daerah Makassar, serta banyaknya set makan-makanan khas mereka yang menggugah selera.

Judul Film: Athirah
Rumah Produksi: Miles Film
Sutradara: Riri Riza
Produser: Mira Lesmana
Pemeran: Cut Mini, Christoffer Nelwan, Indah Permatasari, Tika Bravani, Jajang C Noer, Arman Dewarti

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Written by Admin Celotehan