social-election

5 Alasan Sosial Media Itu Penting Dalam Pilkada

Tidak perlu diragukan lagi, kalau perkembangan teknologi komunikasi sangat berpengaruh di dalam kehidupan sehari-hari, terutama di bidang politik. Marshall McLuhan, seorang ilmuwan komunikasi yang terkenal dengan Teori Desa Global-nya pun mengakui kalau teknologi komunikasi [dalam hal ini sosial media] adalah sebuah konsep dasar yang menjadi landasan dalam analisis suatu kasus politik.

Jika masyarakat dunia pernah di hebohkan dengan kemenangan Obama sebagai presiden AS kulit hitam pertama pada tahun 2009 silam, Indonesia juga sempat mengalami kehebohan serupa tatkala duet pasangan Jokowi-Ahok memenangkan pemilihan gubernur DKI tahun 2012. Kedua contoh kasus tersebut memiliki satu kesamaan, yaitu gencar melakukan kampanye politiknya dengan mengandalkan dukungan lewat kekuatan sosial media.

Sejak saat itu, hampir setiap calon kepala daerah [di Indonesia] yang ingin ‘berlomba’ memenangkan kekuasaan di sebuah daerah tertentu melalui pilkada pun ramai-ramai menjajal peruntungan lewat sosial media sebagai alat untuk berkampanye. Alasannya, mudah dan murah!

Sebentar lagi, tepatnya di 9 [sembilan] Desember 2015, seluruh rakyat Indonesia akan menghadapi sebuah uji coba pilkada secara serentak. Selain tenaga ahli [baca: para konsultan politik] yang akan banyak ‘kebanjiran’ order, banyak juga akun-akun sosial media baru [baik yang bersifat anonim atau tidak] akan bertebaran menghiasi perang opini dari masing-masing kandidat serta para pendukung/relawan yang selalu membela, baik benar ataupun salah.

Dari banyak teori yang coba merumuskan peranan media baru tersebut bagi keberlangsungan politik, saya akan meringkasnya menjadi 5 alasan sosial media itu penting dalam pilkada.

  • Alasan Pertama.
    Jika banyak orang yang berpendapat bahwa alasan pertama dari penggunaan sosial media saat berkampanye adalah untuk membangun opini, maka saya mempunyai pendapat yang berbeda. Alasan pertama, yang menurut saya cukup penting, adalah untuk pengamatan atau intelijen. Sosial media adalah alat pengamat kondisi lingkungan yang baik. Bahkan jauh lebih baik dari peranan pendahulunya, yaitu media massa konvensional. Sosial media bisa berfungsi untuk memberikan berbagai macam informasi, dari mulai mencuri strategi, termasuk ada atau tidaknya penyimpangan yang dilakukan oleh lawan politik.
  • Alasan Kedua.
    Seseorang yang memutuskan untuk bertarung di dalam sebuah pilkada pastinya akan disibukkan dengan segudang aktifitas, nah penggunaan dari sosial media ini dapat berfungsi sebagai ‘jembatan’ untuk membentuk sebuah koneksi pribadi dari yang bersangkutan terhadap para calon pemilihnya melalui respon yang positif. Seorang kandidat yang dapat menjangkau secara langsung serta terkoneksi dengan publik dan konstituennya, akan menjadi lebih erat dibanding sekedar jabat tangan saat ketika berkampanye. Namun perlu di ingat, bahwa tidak setiap orang sukses memanfaatkan sosial media untuk kepentingan yang satu ini. Banyak dari mereka bahkan yang hanya jadi sasaran bully akibat ulah tweet mereka yang dianggap terlalu menyudutkan lawan politik tertentu, atau terlalu lebay.
  • Alasan Ketiga
    Kalau Indonesia punya pasukan anti-teror, maka penggunaan sosial media bagi kandidat pilkada dapat dipakai untuk anti-krisis. Maksudnya adalah, saat tengah berkampanye, sebagian besar dapat dipastikan akan di serang oleh lawan politik melalui isu-isu negatif. Di sinilah kehadiran sosial media diperlukan untuk menanggulangi hal tersebut. Respon secara pribadi yang cepat [namun tidak terlalu membabi buta] melalui sosial media dapat meminimalisir sebuah krisis yang tengah di hadapi, terutama jika sang kandidat telah memiliki jaringan emosional yang kuat dengan para followernya. Berdasarkan pengalaman pribadi, hanya ada satu hal yang dapat mempengaruhi para follower secara efektif, yaitu dengan kepercayaan [trust] yang telah terbangun dengan sangat baik selama beberapa saat.
  • Alasan Keempat
    Walaupun dewasa ini penggunaan sosial media dapat berperan sebagai media pembentukan opini [opinion leader], namun yang perlu di ingat bahwa proses tersebut tidaklah instan. Melainkan harus di bangun secara bertahap dengan penuh kesabaran, serta kepercayaan yang tinggi dari masing-masing pihak. Nah, jika hal-hal tersebut telah di capai, maka sosial media dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk menyampaikan opini, terutama yang tidak dapat atau belum tersampaikan melalui alat peraga kampanye konvensional. Namun jangan pernah sekali-sekali menjadikan sosial media sebagai sarana untuk menyampaikan kampanye hitam [black campaign] jika Anda tidak ingin hal tersebut malah berujung dengan berbalik menyerang ke diri sendiri.
  • Alasan Kelima
    Yang terakhir menurut saya, media sosial dapat berperan dalam kapasitasnya sebagai efek untuk menguatkan tujuan dari kampanye. Baik visi atau misi dari kandidat yang bersangkutan, ataupun alasan-alasan lain yang dapat mempengaruhi calon pemilih [syukur-syukur malah bisa mendapatkan efek viral dari para follower]. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Tidak mudah memang. Karena sosial media sejatinya memang ditujukan bagi mereka yang memiliki jiwa serta wawasan yang luas, serta kemampuan dialektika yang tinggi. Artinya jika menggunakan sarana sosial media, janganlah bersikap terlalu pasif, apalagi hanya mengandalkan kemampuan seorang admin semata. Karena sebaik-baik sosial media yang di kelola oleh admin profesional yang berpengalaman, akan jauh lebih baik jika sosial media juga di tweet langsung dari sang pemilik akun. Karena dari situ akan terbangun dasar trust yang telah saya sebutkan di atas.

Masih banyak memang dampak serta pengaruh yang dapat ditimbulkan oleh penggunaan sosial media. Saya hanya merangkum menjadi 5 alasan sosial media itu penting dalam pilkada, karena menurut saya minimal yang perlu diperhatikan dalam penggunaannya adalah kelima hal dasar tersebut. Jika masih ada yang kurang dari penyampaian saya tersebut, jangan sungkan untuk menambahkan dalam kolom komentar.

Semoga bermanfaat dan semoga pilkada serentak di penghujung bulan Desember nanti akan berlangsung dengan sukses, aman dan damai. Amin!

Total 0 Votes
0

Tell us how can we improve this post?

+ = Verify Human or Spambot ?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*